Minggu, 05 Juni 2016

Hijrah itu Indah





             Hijrah itu pindah, berubah, proses menuju kebaikan.
Niat berhijrah harus didasarkan atas bentuk kecintaan dan ketaqwaan kita kepada Allah,
Niat berhijrah itu semata-mata hanya untuk mendapatkan ridho Allah.
Memang, yang namanya berhijrah itu bukanlah hal yang mudah.
Namun, jika memang kita bersungguh-sungguh untuk berhijrah, maka Allah akan membantu kita dalam proses berubah menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya.
Jika kita mendekat menuju Allah dengan merangkak, maka Allah akan mendekat menuju kita dengan berlari.

            Maha Suci Allah Yang Maha Sempurna, yang menciptakan kita dengan akal,
Tentunya agar kita dapat berpikir,
Dan dapat membedakan, mana yang memang baik untuk kita, dan mana yang memang buruk untuk kita.
Dan yang baik itu patut untuk dikerjakan, namun yang buruk patut untuk kita hindari, bahkan kita tinggalkan.
Jika kita baru mempunyai niat untuk berhijrah menjadi lebih baik, maka kita sudah mendapat satu pahala.
Dan jika kita melakukan apa yang kita niatkan tersebut dengan bentuk tindakan nyata, maka kita akan mendapat dua pahala sekaligus.

            Sangat sayang kan Allah pada kita?
Jika Allah saja mencintai kita, apakah kita pantas untuk membantah perintah-Nya? Apa ada alasan untuk kita tidak menjalankan perintah-Nya?
Sudah seharusnya kita merasa malu pada diri kita sendiri,
Di saat Allah benar-benar mencintai kita, malah kita enggan dan bermalas-malasan untuk menjalankan perintah-Nya.
Allah akan memberikan hidayah kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya. Dan tentunya hanya orang-orang pilihanlah yang berhak mendapat hidayah dari-Nya.
Maka, jangan tunggu hidayah itu datang. Namun, jemputlah hidayah itu. 

            Nah, salah satu hijrah yang memang merupakan kewajiban bagi kaum muslimah yaitu adalah berhijab. Berhijab merupakan perintah langsung dari Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 31 yang berbunyi :
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Yang artinya:Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” 

            Jika kita ingin menjadi hamba-Nya yang taat dan patuh kepada-Nya, maka kita pun harus tunduk pada perintah-Nya, termasuk perintah dalam berhijab ini.  

            Berhijab tak lantas membuat kita menjadi seperti malaikat, justru baru awal menuju ketaatan. Dalam perjalanan menuju ketaatan ini, tentunya kita butuh teman yang akan membantu kita dalam melangkah, yang terus memotivasi dan saling mengingatkan dalam hal kebaikan.

            Allah menciptakan mata, agar kita dapat melihat dengan baik. Allah menciptakan telinga, agar kita dapat mendengar dengan baik. Allah menciptakan hati, agar kita dapat ikhlas untuk menerima. Dan Allah menciptakan kaki untuk melangkah menuju perbaikan diri.

            Untuk dapat beristiqomah di jalan-Nya, tentunya kita harus terus berusaha dan berdo'a. Meminta kepada Allah agar diberi kelapangan jalan untuk berubah menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Jangan meremehkan kekuatan do’a. Takdir memang sudah Allah tetapkan. Namun, jika kita terus-menerus berdo’a, beristiqomah di jalan yang Allah ridhoi, In Shaa Allah tidak lain dan tidak bukan, Allah akan mengabulkan do’a kita. Namun, jika kita merasa ada do’a-do’a yang belum sempat terkabulkan oleh-Nya, maka berbaik sangkalah kepada-Nya. Mungkin, Allah ingin terus mendengar suara kita dalam berdo’a, Allah rindu kita, Allah ingin terus mendengar do’a kita, dan di saat yang tepat, Allah pasti akan mengabulkan do’a-do’a kita. Terkadang aku merasa malu, Allah mengabulkan do’a-do’a ku, tidak peduli seberapa banyak dosaku.

            Dan pastinya, untuk berhijrah kita pasti akan menemukan jalan yang berliku, banyak rintangan dan tantangan yang mungkin akan menggoyahkan iman kita jika kita tidak mempertahankan benteng keimanan kita. Percayalah, jika kita berusaha untuk menjaga pertahanan iman kita, maka Allah pun akan membantu kita dalam menjaganya. Dan alangkah baiknya, jika kita mengajak teman-teman, sahabat-sahabat, dan semua orang yang kita sayang untuk turut berhijrah ke arah yang lebih baik. Karena, pahala untuk orang yang mengajak kebaikan kepada orang lain sama seperti orang yang melakukannya. 

            Nah, maka dari itu, mari kita mulai memperbaiki diri dari sekarang. Tak perlu mengejar cinta semu manusia yang terkadang hanya berujung pada kekecewaan. Kejarlah cinta Allah, gapailah ridho Allah. Karena, jika kita terus memperbaiki diri, In Shaa Allah, jodoh kita pun sedang memperbaiki dirinya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena Allah sudah menjanjikan bahwasanya wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula. Seperti firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 26 :


اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar